Perang AS di Afghanistan, Irak, dan Pakistan
Perang AS di Afghanistan, Irak, dan
Pakistan Telan Biaya 4 Trilyun Dolar
Keterlibatan
AS di Afghanistan, Irak dan Pakistan menelan biaya sekitar 4 triliun dolar
selama dekade terakhir, menurut sebuah studi baru yang dirilis oleh Brown
University.
Pada
saat deadline pelaporan anggaran semakin dekat dan adanya perdebatan sengit
meningkat terkait atas bagaimana membayar utang pemerintah, warga Amerika
terkejut oleh harga tinggi, laporan koresponden Press TV dari Washington.
Menggunakan
perkiraan dari beberapa penelitian di kantor Kongres, lebih dari 20 ekonom,
ilmuwan politik dan pakar lainnya memberikan kontribusi terhadap kajian baru
ini.
Mereka
juga memperkirakan bahwa setidaknya 225.000 orang, termasuk warga sipil,
tentara dan pemberontak, telah tewas sebagai akibat dari konflik yang
melibatkan AS. Dari jumlah itu, diperkirakan 6.000 orang tewas yang berseragam
personil militer AS.
Mereka
memperkirakan bahwa biaya kewajiban federal untuk memberikan perawatan bagi
veteran di masa lalu dan masa depan totalnya mencapai 950 miliar dolar.
Selain
itu, menurut perkiraan, dua perang AS telah menciptakan hampir delapan juta
pengungsi warga Irak, Afghanistan, dan Pakistan.
Hampir
semua warga Amerika yang berbicara kepada koresponden Press TV mengenai masalah
ini pada hari Kamis kemarin (30/6) mengatakan mereka ingin perang berakhir,
meskipun beberapa dari mereka menyatakan bahwa perang itu perlu dilakukan.
“Tidak
mungkin bagi AS untuk terus menjadi polisi dunia,” kata salah satu warga
Afrika-Amerika.
Warga
lain mengatakan, “Kami juga di ambang krisis lain saya berpikir bahwa kita
harus lebih berkonsentrasi pada dana di negara kita.”
Namun,
seorang perempuan muda menunjukkan bahwa “jika presiden (Obama) adalah
menempatkan orang di sana (wilayah konflik), maka dia harus tahu apa yang dia
lakukan.”
Sementara
itu di Capitol Hill, perdebatan atas dana anggaran berlangsung, pada saat kubu
Demokrat meningkatkan serangan mereka kepada anggota parlemen Republik.
Senator
Demokrat dari new York Charles Schumer menuduh Partai Republik sengaja
menyabotase pemulihan ekonomi.
Schumer
mengatakan kubu republik lah yang menghalangi upaya penciptaan lapangan kerja
dengan harapan bisa menyalahkan ekonomi yang lambat kepada Presiden Obama dan
Demokrat.
Sementara
itu, para pengangguran AS telah mencapai lebih dari sembilan persen.
Brent
Budowsky, kolumnis Amerika Serikat mengatakan, “Orang-orang di Capitol Hill
mengalami mimpi buruk tentang siapa myang akan harus memotong dan memangkas
anggaran.”
DPR
harus meningkatkan 14,3 trilyun dolar plafon utang sebelum 2 Agustus, jika
tidak, Departemen Keuangan telah memperingatkan bahwa mereka akan kehabisan
uang untuk membayar tagihan negara, dan itu bisa membahayakan Amerika tiga kali
lipat rating kredit. (fq/prtv)

0 komentar:
Posting Komentar
Kritik dan Saran