Hakikat Bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.
Ada
beberapa ahli yang memberi batasan tentang pengertian bangsa, antara lain sbg.
Berikut !
1. Lothrop Stoddart : Bangsa adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh
sejumlah orang yang cukup banyak bahwa mereka merupakan suatu bangsa.
2. Otto Bauer : Bangsa adalah kelompok manusia yang mempunyai persamaan
karakter dan watak itu tumbuh dan lahir karena ada’a persatuan pengalaman.
3. Ernest Renan : Bangsa adalah kelompok manusia yang terbentuk karena
memiliki kemauan untuk bersatu.
4. Friederich Ratzel : Bangsa adalah satu yang terbentuk karena ada’a
hasrat untuk bersatu, hasrat itu timbul karena ada’a rasa kesatuan antara manusia
dan tempat tinggal’a.
Dari pengertian”
di atas dapat disimpulkan bahwa bangsa (nation) adalah suatu masyarakat yang
menempati daerah tertentu yang anggota”nya bersatu karena pertumbuhan sejarah
yang sama karena merasa senasib dan sepenanggungan, serta mempunyai kepentingan
dan cita” yang sama. Adapun terbentuk’a bangsa bisa dijelaskan sebagai berikut
:
Dalam bentuk
paling sederhana kehidupan manusia berasal dari keluarga dengan anggota ayah,
ibu, dan anak. Berkembang dan terus berkembang hingga terbentuklah komunitas
keluarga yang satu sama lain’a masih ada hubungan darah dan kekerabatan yang
dikenal dengan masyarakat. Masyarakat yang mempunyai hubungan kesetiakawanan
karena persamaan asal-usul, agama, tempat tinggal, kepentingan sosial ekonomi
budaya dan sebagai akhir’a membentuk bangsa.
Berkaitan dengan
hal tersebut, terhadap empat aspek yang mendorong manusia untuk bekerja sama
dengan orang lain, yaitu sebagai berikut :
a. Aspek biologis, yaitu manusia ingin tetap hidup dan mempertahankan
kelangsungan hidup yang hanya bisa dicapai secara kerjasama dengan sesama.
b. Aspek Psikologis, yaitu kesediaan bekerja sama untuk menghilangkan
rasa kejemuan dan mempertahankan harga diri sebagai anggota pergaulan hidup
bersama manusia.
c. Aspek Ekonomis, yaitu keadaan manusia untuk bekerja sama supaya dapat
memenuhi, mencukupi dan memuaskan segala
macam kebutuhan.
d. Aspek Kultural, yaitu manusia sadar bahwa segala usaha’a untuk menciptakan
sesuatu hanya bisa dihasilkan tidak secara sendirian.
2. Unsur-Unsur terbentuka’a bangsa.
Dari pengertian” diatas dapat
disimpulkan bahwa bangsa merupakan kumpulan dari masyarakat yang membentuk
negara. Dalam arti sosiologis, bangsa termasuk kelompok paguyuban yang secara kodrati ditakdirkan untuk hidup bersama dan
senasib sepenanggungan di dalam suatu negara. Dengan demikian, suatu wilayah
atau komunitas disebut bangsa ketika
terpenuhi’a unsur” di bawah ini. :
1. Sekelompok manusia yang
memiliki cita” bersama dan mengikut warga negara menjadi satu kesatuan.
2. Sekelompok manusia juga
mempunyai sejarah hidup bersama, sehingga tercipta perasaan senasib
sepenanggungan.
3. Sekelompok manusia yang
memiliki adat budaya serta kebiasaan yang sama akibat pengalaman hidup bersama.
4. Sekelompok manusia yang
menempati suatu wilayah tertentu dan merupakan suatu wilayah.
5. Sekelompok manusia yang
terorganisasi dalam suatu pemerintahan dan berdaulat sehingga mereka terikat
dalam suatu masyarakat hukum.

0 komentar:
Posting Komentar
Kritik dan Saran